Ramadhan sebagai bulan persiapan bagi Calon Jamaah

Bedah Buku "Balita pun Hapal Al-Qur'an"

Seminar "Kisah Inspiratif para bocah, lansia, dan orang-orang luarbiasa para penghapal Al Qur'an”.

Rabu, 11 November 2009

Pesawat Memberikan Kenyamanan



Jamaah Haji KBIH Al-Manar sejak meninggalkan Masjid Al-Manar berada di bis sembilan yang menunjukan bahwa Calon jamaah tergabung di rombongan sembilan. Bis inilah yang akan mengantarkan Jamaah Haji KBIH Al-Manar ke Lapangan Udara Sulaiman dan dilanjutkan dengan perjalanan menuju Asrama Haji Jawa Barat di Bekasi. 

Perjalanan dari Bandung menuju Jakarta terbilang lancar karena di kawal oleh mobil polisi. ketepatan kedatangan ke Asrama bekasi menjadi prioritas dalam pelayananan haji yang begitu padat. 
Asrama haji Bekasi menjadi Sentral persiapan jamaah haji seluruh Jawa Barat sebelum berangkat ke Bandara. semua jamaah berada di asrama untuk menjalani pemeriksaan kesehatan, pembagian passport dan living cost. termasuk juga pemeriksaan koper yang bermasalah dengan timbangan dan isinya.
Jamaah KBIH Al-Manar menempati gedung D di lantai 4 (lt. paling atas), tetapi tidak merepotkan harus turun naik tangga dikarenakan ruangan makannya tersedia setiap lantai. Jamaah bisa istirahat menunggu waktu pemberangkatan besok. dan diperkirakan pembagian passport dan living cost akan dilaksankan besok hari. ternyata jam 23.00 ada panggilan bagi kloter 37 untuk pembagian passport dan living cost. jamaah yang sudah terlelp tidur terpaksa harus dibangunkan. dan acara tersebut berakhir jam 02.00 dini hari
Besoknya, hari Rabu tanggal 4 Nopember 2009, Jamaah Al-Manar yang tergabung dalam kloter 37 berangkat ke Bandara pukul 11.30 dengan menggunakan bis nomor sembilan. dan tidak terlalu lama pemeriksaan di Bandara, Kloter 37 dipersilahkan masuk ke pesawat. dan rombonngan semibilan (jamaah Al-Manar) rombongan sepuluh dipersilahkan masuk duluan. terutama yang berlogo "u" harus naik ke lantai dua. 5 orang jamaah al-Manar duduk paling depan tepatnya dibelakang ruang  Pilot. sedangkan yang lainnya berada di barisan paling belakang pesawat. suara pesawat selalu menemani dalam perjalanan kami di Udara. Paling Tinggi di Asrama dan paling belakang di Pesawat, jamaah tetap senang dan bahagia karena keinginan untuk mengunjungi Baitullah akan terwujud. tidak pernah terbanyangkan bahwa bisa berangkat melaksakan ibadah haji, mungkin ini semua karena do'a kerabat yang telah pergi haji. mereka berharap menjadi Haji Mabrur.dan semoga yang lain menyusul. amiiin.
wallahua'lam bishshawab.

0 comments:

Poskan Komentar

Nasehat Imam Ja'far

Diberdayakan oleh Blogger.

Berita Lama

 
Design by Automotive | Bloggerized by Free Blogger Templates | Hot Deal | Log In